MESUJI – Dalam rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-79, Kabupaten Mesuji menggelar Pameran Seni Budaya Pusaka Keris dan Batu Mulia yang dibuka secara resmi oleh Kapolres Mesuji dan Bupati Mesuji, Senin (30/6/2025). Pameran yang digelar di Halaman Apel Mapolsek Simpang Pematang ini menyedot perhatian dan antusiasme masyarakat.
Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.CPHR., bersama Bupati Mesuji, Hj. Elfianah, S.E., meresmikan pameran seni budaya unik tersebut. Pameran menampilkan beragam koleksi pusaka keris dan batu mulia dari berbagai daerah.
Kepemimpinan daerah dan kepolisian berkolaborasi dalam acara ini. Dalam sambutannya, Kapolres Muhammad Harris menekankan bahwa pameran ini bukan sekadar hiburan. “Pameran pusaka keris dan batu mulia ini adalah wujud nyata Bhayangkara yang dekat dengan masyarakat dan budaya. Melalui seni dan warisan leluhur, kita mempererat tali persaudaraan dan menjaga identitas bangsa, khususnya di bumi Ragab Begawe Caram ini,” ujarnya. Dia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan semangat HUT Bhayangkara ke-79 untuk lebih mengedepankan pelayanan dan kedekatan dengan warga.
Acara berlangsung pada Senin, 30 Juni 2025, bertempat di Halaman Apel Mapolsek Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji.
Pameran ini digelar khusus dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-79. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat dan pemerintah daerah, serta memberikan edukasi tentang kekayaan warisan nusantara.
Bupati Elfianah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyoroti nilai ekonomi kreatif. “Kita patut berbangga dengan kekayaan seni budaya yang dipamerkan hari ini, baik yang berasal dari tanah Jawa maupun karya-karya asli Lampung. Keris dan batu mulia bukan hanya benda pusaka, tapi juga mengandung nilai filosofis tinggi dan potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan, khususnya bagi perajin lokal Mesuji,” ungkap Bupati.
beragam jenis pusaka keris dan batu mulia dengan nama dan bentuk yang sangat variatif. Pengunjung dapat menyaksikan koleksi yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa, dikenal dengan keris pamornya yang rumit, serta karya-karya khas dari daerah Lampung sendiri, seperti keris dengan desain khas atau batu mulia lokal.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak pembukaan. Ratusan pengunjung memadati lokasi pameran, mengamati dengan cermat setiap koleksi, berinteraksi dengan pemilik atau kurator, dan tak sedikit yang mengabadikan momen dengan foto. Suasana hangat dan penuh kekaguman terhadap warisan budaya tercipta di halaman Mapolsek.
“Senang sekali ada acara seperti ini di Mesuji, bisa lihat keris-keris tua yang biasanya cuma lihat di TV, bahkan ada yang dari sini juga. Batu-batunya juga indah-indah,” ujar Sari, salah seorang pengunjung, mencerminkan semangat warga yang hadir.
Pameran ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi budaya sekaligus pengingat akan kekayaan warisan leluhur yang perlu terus dilestarikan di tengah dinamika modern.

