MESUJI – Sebuah konflik antar pelajar yang berlangsung tegang selama hampir dua minggu akhirnya berhasil diselesaikan dengan jalan kekeluargaan dan perdamaian di Kantor Polsek Simpang Pematang, Kamis (25/9/25) dini hari. Proses mediasi yang difasilitasi organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB JAYA) ini berhasil mempertemukan pihak keluarga dari kedua belah pihak.
Konflik bermula dari insiden perkelahian antara siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Desa Simpang Mesuji dan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Desa Simpang Pematang sekitar dua belas hari lalu. Insiden ini berujung pada penahanan satu siswa MAN oleh Polres Mesuji selama kurang lebih sepuluh hari karena belum adanya kesepakatan damai.
“Saya hampir sepuluh hari menangis siang malam, berusaha dan berdoa agar ada sosok yang mempertemukan kami,” ujar Sugiarto, orang tua siswa MAN yang anaknya ditahan, dengan mata berkaca-kaca. “Alhamdulillah, GRIB JAYA hadir memberikan solusi.”
Proses mediasi yang berlangsung hingga pukul 03.00 WIB itu dihadiri oleh perwakilan keluarga kedua belah pihak, disaksikan langsung oleh Kepala Desa setempat, tokoh agama, dan pihak kepolisian. Suasana haru tercipta ketika kedua keluarga akhirnya berjabat tangan dan saling memaafkan.
Evi, orang tua dari pelajar lainnya, mengungkapkan rasa leganya. “Sebagai orang tua, kami sangat bersyukur. Anak kami yang sudah kelas 3 ini bisa kembali sekolah dan belajar seperti biasa.”
Kepala Polsek Simpang Pematang menyambut baik penyelesaian secara kekeluargaan ini. “Kami apresiasi inisiatif masyarakat yang memilih jalan damai. Ini menjadi contoh positif bagi penyelesaian konflik di tingkat akar rumput.”
Peristiwa ini tidak hanya mengakhiri ketegangan antar keluarga, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menciptakan perdamaian, sejalan dengan semangat pembangunan yang merata dan inklusif.

