Wujud dari asta cita Presiden Prabowo Subianto perselisihan dua kelompok pelajar Siwan MTSN dan MAN Simpang Pematang Kabupaten Mesuji Lampung berahir Damai (26/9/25)
Bermula dubelas hari yang lalu, perkelahian anak sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Desa Simpang Mesuji dengan Madrasah Aliyah Negeri Desa Simpang Pematang.
Sugiarto orang tua siswa MAN mengatakan terimakasih untuk organisasi gerakkan rakyat Indonesia bersatu (GRIB JAYA) yang sudah membantu mencarikan solusi kekeluargaan masalah anak saya memet yang sekarang masih dipenjara di kantor pihak berwajib wilayah hukum Mesuji.
Hampir kurang lebih sepuluh hari saya menangis siang dan malam berusaha dan berdoa agar ada sosok yang tepat mempertemukan kedua belah pihak untuk menjalin komunikasi wujudkan perdamaian.
Kurang lebih sepuluh hari anak saya mendekam di penjara diamankan di polres Mesuji. Karena belum ada kesepakat perdamaian katanya
Lanjut langkah tegas Polsek Simpang Pematang kami ucapan terimakasih dan apresiasi, Karena perbuatan anak saya sendiri ahirnya dia tidak bisa ikut proses belajar disekolah.
Aku meminta maaf untuk keluarga pak matsori dengan adanya peristiwa ini, menjadi catatan sejarah untuk keluarga saya pribadi tutup giarto.
Terpisah Staf TV Evi orang tua Jibril yang kesehariannya kerja di Simpang Mesuji mengucapkan terimakasih pada organisasi Grib Jaya, yang mengorbankan waktunya mempertemukan antara kami memfasilitasi kami dengan keluarga korban, Jujur saja dari awal kejadian kami berusaha mencari solusi terbaik tetapi Allah SWT kasih izin baru ini malam di kantor kediaman beliau Terangnya.
Kami sebagai orang tua, semoga anak kami sudah bisa sekolah lagi belajar seperti biasa di MAN apa lagi sudah kelas 3 Tahun ini, Alhamdulillah kesempatan solusi ini tuntas jam 3.00 WIB hampir menjelang subuh tutup Evi
Pertemuan tersebut di hadiri oleh orang masing-masing kedua belah pihak disaksikan dari unsur organisasi masyarakat, Kepala Desa dan tokoh Agama

